Diduga Suntikkan Vaksin Kosong Ini Alasan Dokter yang Melakukannya, Polda Sumut Periksa 5 Orang di Medan

- Jumat, 21 Januari 2022 | 21:47 WIB
Video viral nakes yang diduga menyuntikkan vaksin kosong ke murid SD di Medan. (Istimewa)
Video viral nakes yang diduga menyuntikkan vaksin kosong ke murid SD di Medan. (Istimewa)

AYOMALANG.COM -- Polda Sumatera Utara akhirnya bertindak atas dugaan kesengajan nakes yang menyuntikkan vaksin kosong ke anak SD di Medan. Aparat kepolisian juga mengaku telah memeriksa 5 orang saksi dalam perkara ini.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara kepada nakes yang diduga menyuntikkan vaksin kosong ke anak SD tersebut, diketahui yang bersangkutan adalah dokter.

Dia juga mengungkapkan jika pihaknya tengah melakukan langkah-langkah lanjutan untuk memastikan kebenaran dari video yang tengah beredar ramai di masyarakat. Dimana dalam video tersebut nampak seorang nakes yang menyuntikkan vaksin kosong kepada salah satu murid sekolah dasar di kota Medan.

”Kami harap masyarakat bersabar menanti hasil pemeriksaan atas kasus ini,” katanya Kombes Hadi dikutip Ayomalang.com dari Kompas TV, pada Jumat, 21 Januari 2022.
Polda Sumut mengatakan polisi juga akan memeriksa saksi ahli untuk mengungkap kasus dugaan vaksin kosong ke anak SD ini.

Baca Juga: Apa Saja Syarat Bisa Dapat Vaksin Booster Dosis Ketiga Secara Gratis Siapa Saja yang Berhak? Ini Penjelasannya

Info Vaksinasi Surabaya 21 Januari 2022, Berikut Jadwal Vaksinasi, Lokasi dan Syarat (Foto: pixabay)

Dokter yang diduga melakukan penyuntikkan vaksin kosong tersebut mengaku ke polisi jika dirinya hanya bertugas menyuntikkan alat suntik yang sudah disiapkan oleh petugas lainnya.
"Keterangan sementara dari dokter yang menyuntikkan vaksin ke anak itu adalah tugasnya hanya menyuntikkan, sementara yang mengisi vaksin ada petugas lainnya, yang juga sudah kita mintai keterangan," jelasnya

Selain itu, untuk mengungkap ada atau tidaknya suntikan vaksin kosong, polisi perlu memeriksa ahli dan menganalisis suntikan berdasarkan video yang viral tersebut.
"Tim Polda Sumut bersama Polresta Medan, sampai saat ini memeriksa terhadap saksi 5 orang, di antaranya 3 nakes, satu ortu anak yang viral, satunya lagi petugas pendata," imbuhnya.

Polisi, lanjutnya, sedang menganalisis gerakan dokter yang menyuntikkan vaksin ke anak SD tersebut. "Kami terus menggali keterangan dari saksi-saki lain, juga termasuk ahli IDI terkait dosis, serta juga tampilan di video juga kita analisa," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa pada hari dimana peristiwaa tersebut terjadi, ditargetkan nakes akan memvaksin 500 anak SD. “Nah suntikan ke anak SD yang viral itu karena diduga vaksin kosong adalah suntikan ke 460 dari total target itu,” katanya.

Halaman:

Editor: Lucky Nur Hidayat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X