Wisatawan di Malioboro Jogja Digetok Tarif Parkir Rp350 Ribu Menteri Pariwisata Sandiaga Uno Marah

- Kamis, 20 Januari 2022 | 16:06 WIB
Wisatawan di Malioboro Jogja ditarik Parkir Rp350 Ribu Menteri Pariwisata Sandiaga Uno Marah dan meminta parat tindak tegas oknum preman
Wisatawan di Malioboro Jogja ditarik Parkir Rp350 Ribu Menteri Pariwisata Sandiaga Uno Marah dan meminta parat tindak tegas oknum preman

JAKARTA, AYOMALANG.COM – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno tak bisa menyembunyikan kegeramannya. Itu lantaran dia mengetahui ada wisatawan local yang digetok tariff parkir hingga Rp350 ribu oleh oknum parkir liar di Kawasan Malioboro, Daerah Istimewa Yogya (DIY).

Melalui unggahan di akun instagram pribadi Sandiaga Uno, @sandiuno pada Kamis, 20 Januari 2022, dia meminta aparat harus menindak tegas oknum yang memberlakukan tariff parkir tidak masuk akal itu. “Tindak tegas dan jangan sampai terulang kembali kejadian seperti ini!”

Sandiaga Uno mengeluhkan apa yang dilakukan tukang parkit tersebut telah menghambat usahanya yang tengah berjuang keras untuk membangkitkan ekonomi dan lapangan kerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Baca Juga: MUI Jatim Minta Pria yang Tendang dan Membuang Sesajen Tidak diproses Hukum Dulu, Apa Alasannya?

Parkir mahal di Malioboro, Menparekraf Sandiaga Uno marah. Wisatawan di Malioboro Jogja ditarik Parkir Rp350 Ribu Menteri Pariwisata Sandiaga Uno Marah dan meminta parat tindak tegas oknum preman (Tangkapan layar twitter @merapi_uncover)

”Kami di @kemenparekraf.ri sedang berjuang keras, all out untuk bangkitkan ekonomi dan lapangan kerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar pria yang juga sempat mencalonkan diri sebagai wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto itu.

Sandiaga Uno menyatakan dirinya tidak rela jika usahanya untuk membangkitkan pariwisata paska serangan virus covid-19 dirusak oleh tindakan dari oknum-oknum yang bertanggung jawab.

Yakni para preman yang kadang menjalankan aksi kejahatan di sekitar lokasi tempat wisata.

 ”Jangan sampai dirusak oleh oknum yang secara sengaja hanya ingin mendapat keuntungan pribadi, dan justru mencoreng pariwisata di Yogyakarta,” tegasnya.

Halaman:

Editor: Lucky Nur Hidayat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X