Mengenal Gus Dur, Gebrakan di Awal Menjabat Presiden dengan Membubarkan Departemen Penerangan dan Depsos

- Sabtu, 4 Desember 2021 | 11:05 WIB
Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dilantik pada tahun 2009 (Foto: nu.or.id)
Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dilantik pada tahun 2009 (Foto: nu.or.id)

MALANG, AYOMALANG.COM - Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dilantik pada tahun 2009. Di awal kepemimpinanya, Gus Dur mulai melakukan dua reformasi pemerintahan.

Reformasi pertama adalah membubarkan Departemen Penerangan, senjata utama rezim Soeharto dalam menguasai media. Reformasi kedua adalah membubarkan Departemen Sosial yang korup.

Kabinet pertama Gus Dur, Kabinet Persatuan Nasional, adalah kabinet koalisi yang meliputi anggota berbagai partai politik: PDI-P, PKB, Golkar, PPP, PAN, dan Partai Keadilan (PK). Non-partisan dan TNI juga ada dalam kabinet tersebut.

Pada November 1999, Presiden Gus Dur mengunjungi negara-negara anggota ASEAN, Jepang, Amerika Serikat, Qatar, Kuwait, dan Yordania. Setelah itu, pada bulan Desember, ia mengunjungi Republik Rakyat Tiongkok.

Baca Juga: Mengenal Gus Dur, Mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa dan Menjadi Presiden RI ke-4

Setelah satu bulan berada dalam Kabinet Persatuan Nasional, Menteri Koordinator Pengentasan Kemiskinan (Menko Taskin) Hamzah Haz mengumumkan pengunduran dirinya pada bulan November.

Muncul dugaan bahwa pengunduran dirinya diakibatkan karena Gus Dur menuduh beberapa anggota kabinet melakukan korupsi selama ia masih berada di Amerika Serikat.

Beberapa menduga bahwa pengunduran diri Hamzah Haz diakibatkan karena ketidaksenangannya atas pendekatan Gus Dur dengan Israel.

Baca Juga: Menuju Reformasi, Gus Dur di Pusaran Reformasi 1998

Halaman:

Editor: Hari Istiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bak Kepingan Surga! Pesona Alam Kepulauan Gili!

Kamis, 30 Juni 2022 | 14:40 WIB
X