Mengenal Gus Dur, Mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa dan Menjadi Presiden RI ke-4

- Jumat, 3 Desember 2021 | 13:20 WIB
Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.  (Instagram @ulama.nusantara)
Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. (Instagram @ulama.nusantara)

MALANG, AYOMALANG.COM - Reformasi 1998 ditandai dengan lengsernya Presiden Soeharto. Salah satu dampak jatuhnya Soeharto adalah pembentukan partai politik baru.

Di bawah rezim Soeharto, hanya terdapat tiga partai politik: Golkar, PPP dan PDI. Dengan jatuhnya Soeharto, partai-partai politik mulai terbentuk.

Ada Partai Amanat Nasional (PAN) bentukan Amien dan Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) bentukan Megawati.

Pada Juni 1998, banyak orang dari komunitas NU meminta Gus Dur membentuk partai politik baru.

Baca Juga: Mengenal Gus Dur, Awal Karir Sebagai Jurnalis hingga Mulai Terlibat di NU dan Politik

Ia tidak langsung mengimplementasikan ide tersebut. Namun pada Juli 1998 Gus Dur mulai menanggapi ide tersebut karena mendirikan partai politik merupakan satu-satunya cara untuk melawan Golkar dalam pemilihan umum.


Gus Dur menyetujui pembentukan PKB dan menjadi Ketua Dewan Penasihat dengan Matori Abdul Djalil sebagai ketua partai. Meskipun partai tersebut didominasi anggota NU, Gus Dur menyatakan bahwa partai tersebut terbuka untuk semua orang.

Pada November 1998, dalam pertemuan di Ciganjur, Gus Dur, bersama dengan Megawati, Amien, dan Sultan Hamengkubuwono X kembali menyatakan komitmen mereka untuk reformasi.

Pada 7 Februari 1999, PKB secara resmi menyatakan Gus Dur sebagai kandidat pemilihan presiden.

Halaman:

Editor: Hari Istiawan

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bak Kepingan Surga! Pesona Alam Kepulauan Gili!

Kamis, 30 Juni 2022 | 14:40 WIB
X