Mengenal Gus Dur, Mulai Pimpin PBNU dan Mereformasi Pendidikan Pesantren hingga Melawan Orde Baru

- Jumat, 3 Desember 2021 | 11:15 WIB
KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.   (Kemdikbud)
KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. (Kemdikbud)

MALANG, AYOMALANG.COM - Sepak terjang Gus Dur atau KH Abdurrahman Wahid kian populer di kalangan Nahdliyin. Pada Musyawarah Nasional (Munas) 1984, banyak tokoh-tokoh NU ingin menjadikannya Ketua PBNU.

Akhirnya, Gus Dur menerima nominasi sebagai ketua baru di NU dengan syarat mendapatkan wewenang penuh untuk memilih para pengurus yang akan bekerja di bawahnya.

Gus Dur akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Namun, persyaratannya untuk dapat memilih sendiri para pengurus di bawahnya tidak terpenuhi.

Terpilihnya Gus Dur dilihat positif oleh Presiden Suharto dan rezim Orde Baru. Penerimaan Gus Dur terhadap Pancasila bersamaan dengan citra moderatnya menjadikannya disukai oleh pejabat pemerintahan.

Baca Juga: Gus Dur Quote, 11 Kata Mutiara dari Gus Dur tentang Kemanusiaan

Pada tahun 1985, Suharto menjadikan Gus Dur indoktrinator Pancasila. Pada tahun 1987, Abdurrahman Wahid menunjukan dukungan lebih lanjut terhadap rezim tersebut dengan mengkritik PPP dalam pemilihan umum legislatif 1987 dan memperkuat Partai Golkar Suharto.

Ia kemudian menjadi anggota MPR mewakili Golkar. Meskipun ia disukai oleh rezim, Gus Dur mengkritik pemerintah karena proyek Waduk Kedung Ombo yang didanai oleh Bank Dunia.

Hal ini merenggangkan hubungannya dengan pemerintah, tetapi saat itu Suharto masih mendapat dukungan politik dari NU.

Baca Juga: Mengenal Siapa Gus Dur, Nama Lengkap dan Riwayat Pendidikannya

Halaman:

Editor: Hari Istiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bak Kepingan Surga! Pesona Alam Kepulauan Gili!

Kamis, 30 Juni 2022 | 14:40 WIB
X