Resmi, Kasus Tragedi Kanjuruhan Naik Status ke Penyidikan dari Penyelidikan, 28 Polisi Diperiksa Propam

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 08:59 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo - Tragedi Kanjuruhan naik status, dari penyelidikan ke penyidikan. (Divisi Humas )
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo - Tragedi Kanjuruhan naik status, dari penyelidikan ke penyidikan. (Divisi Humas )

 

AYOMALANG.COM -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan seluruh instrumen negara menangani tragedi Kanjuruhan pasca laga derby Jatim Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu 1 Oktober 2022.

Selain Tim Gabungan Independen Pencari Fakta yang diketuai Menkopolhukam Mahfud M.D., Mabes Polri juga 'kejar tayang' segera menaikkan perkara. Polri bekerja secara maraton mengusut tragedi Kanjuruhan yang menewaskan lebih dari 120 orang.

Yang terbaru pada awal pekan Oktober 2022, kasus kerusuhan yang berakhir tragedi Kanjuruhan prosesnya naik dari penyelidikan ke penyidikan. Hal itu disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo kepada wartawan pada Senin 3 Oktober 2022 di Media Center Mapolres Malang, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Baca Juga: Profil-Biodata Singkat AKBP Putu Kholis Aryana, Kapolres Malang Baru, Ternyata Pernah Jabat Ajudan Wakapolri

Menurutnya menindak lanjuti perintah Presiden dan Kapolri agar tim bekerja cepat. “Bekerja cepat namun unsur ketelitian kehati-hatian dan proses pembuktian secara ilmiah tetap diperhatikan,” kata Irjen Pol Dedi Prasetyo.

Terbaru, tahap penyidikan juga terhadap 28 polisi yang dugaan pelanggan kode etik yang diperiksa oleh Propam.

"Malam hari (tadi malam) melakukan pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik anggota Polri sebanyak 28 personel Polri. Ini pun masih dalam proses pemeriksaan," lanjut perwira berpangkat dua bintang itu.

Baca Juga: Kapolres Malang 'Ebes e Aremania Kabupaten Malang' Resmi Dinonaktifkan, Buntut Lebih dari 120 Nyawa Melayang

Halaman:

Editor: Suryo Eko Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X