Berkas Perkara Ferdy Sambo Tidak Bolak-Balik Polri-Kejagung, Menko Polhukam Mahfud MD Warning 2 Hal Penting

- Kamis, 29 September 2022 | 09:56 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD apresiasi Polri dan Kejagung yang telah bekerja keras, tapi tetap teliti dan profesional dalam menangani kasus pembunuhan berencana Brigadir J yang didalangi oleh Ferdy Sambo. (Instagram/@mahfudmd)
Menko Polhukam Mahfud MD apresiasi Polri dan Kejagung yang telah bekerja keras, tapi tetap teliti dan profesional dalam menangani kasus pembunuhan berencana Brigadir J yang didalangi oleh Ferdy Sambo. (Instagram/@mahfudmd)

 

AYOMALANG.COM -- Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan berkas perkara dugaan pembunuhan berencana Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dan obstruction of justice Ferdy Sambo dkk telah berstatus P21 atau komplit.

Dengan demikian, kasus yang menyeret mantan polisi berpangkat bintang dua tersebut segera dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan. Proses yang relatif lama sejak kasus itu mencuat sejak pertengahan 2022.

Meski penanganan hukum relatif molor, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengapresiasi Polri dan Kejagung.

Dua instansi penegak hukum yang secara kelembagaan di bawah kementerian yang dia koordinir diklaim telah bekerja keras dengan tetap teliti dan profesional dalam menangani kasus yang menyita perhatian publik tersebut.

"Alhamdulillah, Kejaksaan Agung telah menyatakan berkas perkara pembunuhan Brigadir Yosua atau kasus Sambo sudah lengkap (P21). Melibatkan 5 tersangka pembunuhan berencana dan 7 tersangka untuk obstruction of justice," ungkap Mahfud MD pada 28 September 2022 sebagaimana dilansir pmjnews 29 September 2022.

Baca Juga: Burhanuddin Sebut Perkara Ferdy Sambo Kasus Biasa, Jaksa Agung Ungkap Hal Ini yang Membuat Terasa Istimewa

"Kami apresiasi Polri dan Kejagung yang telah bekerja keras, tapi tetap dengan teliti dan profesional," lanjutnya.

Menteri kelahiran Sampang, Madura itu juga mengapresiasi Polri yang turut memproses pelanggaran kode etik dalam kasus tersebut.

Halaman:

Editor: Suryo Eko Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X