KPK Tetapkan Bendahara Umum PBNU, Mardani H Maming Sebagai Tersangka Dugaan Kasus Korupsi

- Rabu, 22 Juni 2022 | 02:48 WIB
Mantan Bupati Tanah Bumbu yang juga Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kalimantan Selatan Mardani H Maming (kedua kiri) berjalan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis 2 Juni 2022. Pertengahan Juni pasca pemeriksaan, Mardani ditetapkan menjadi tersangka. (pikiranrakyat.com)
Mantan Bupati Tanah Bumbu yang juga Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kalimantan Selatan Mardani H Maming (kedua kiri) berjalan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis 2 Juni 2022. Pertengahan Juni pasca pemeriksaan, Mardani ditetapkan menjadi tersangka. (pikiranrakyat.com)

 

AYOMALANG.COM -- Bendahara Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Mardani H Maming menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mardani, yang merupakan Ketua DPD PDIP Kalimantan Selatan sekaligus Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sudah dicegah berpergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan.

Hal tersebut sudah ditetapkan atas rekomendasi dari KPK dan disetujui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Baca Juga: Dubes Arab Saudi Sowani PBNU, Bahas Pererat Kerja Sama dan Wujudkan Visi Perdamaian Dunia

“(Pencegahan) berlaku sejak 16 Juni 2022 sampai 16 Desember 2022.” Ucap Kepala Sub Bagian Humas Ditjen Imigrasi Kemenkumham, Ahmad Nursaleh via telepon, Senin 20 Juni 2022.

Christian Soetio, yang merupakan Direktur PT Prolindo Cipta Nusantara (PCN) saat menjadi saksi di siding, menyatakan bahwa Mardani telah menerima suap Rp89 miliar.

Soetio menuduh Mardani menerima uang melalui PT Permata Abadi Raya (PAR) dan PT Trans Surya Perkasa (TSP)

Baca Juga: Profil Mardani H Maming, Bendahara Umum PBNU yang Menjadi Tersangka Dugaan Kasus oleh KPK

Halaman:

Editor: Suryo Eko Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bak Kepingan Surga! Pesona Alam Kepulauan Gili!

Kamis, 30 Juni 2022 | 14:40 WIB
X