Kasus Santri Bakar Santri Masuk Babak Baru, Pelaku Dituntut Penjara 5 Tahun

- Rabu, 1 Februari 2023 | 18:16 WIB
Kasus Santri Bakar Santri Masuk Babak Baru, Pelaku Dituntut Penjara 5 Tahun
Kasus Santri Bakar Santri Masuk Babak Baru, Pelaku Dituntut Penjara 5 Tahun

AYOMALANG.COM -- Kasus santri bakar santri di sebuah pondok pesantren (Ponpes) di Pasuruan, Jawa Timur memasuki babak baru.

Proses hukum kasus ini sudah masuk persidangan. Pelaku berinisial MHM (16), santri Pondok Pesantren Al Berr di Kecamatan Pandaan itu sudah masuk tahap tuntutan.

Pelaku dituntut kurungan penjara lima tahun dan dihukum tiga bulan pelatihan kerja di Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Kuliner Malam di Malang yang Wajib Dicoba, Lezat dan Hemat di Kantong!

Hal ini disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negri (Kejari) Kabupaten Pasuruan Yusuf Akbar. Menurut dia, MHM dikenakan pasal 80 ayat 3 KUHP.

"MHM dituntunt tentang kekerasan anak hingga mengakibatkan orang meninggal dunia. Sehingga terdakwa dituntut 5 tahun penjara dan pelatihan kerja di Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan," katanya seperti diberitakan suaramalang.id, Rabu (01/02/2023).

Yusuf menambahkan bahwa dalam fakta persidangan terdakwa alasan pemberatan terdapat tiga poin. Terdiri dari pelaku tidak mendukung program perlindungan anak, perbuatan dilakukan secara sadis, dan juga mengakibatkan anak meninggal dunia.

Selanjutnya alasan yang meringankan yakni terdakwa berprilaku sopan, kooperatif, dan juga sudah meminta maaf kepada keluarga korban.

Baca Juga: Imbas Aksi Demo Rusuh, 7 Orang Arek Malang Bersikap Ditetapkan Tersangka, Ini Perannya Masing-masing

"Rabu besok akan dilakukan sidang pembelaan atau pledoi terhadap terdakwa," kata Yusuf menambahkan.

Sidang anak yang tertutup ini dipimpin oleh Hakim Ketua, Fitri Handayani Ginting. Sedangkan untuk masa tahanan MHM diketahui sampai tanggal 9 Februari 2023.***

 

Editor: Ekarista Rahmawati Putri

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X