Korban Tragedi Kanjuruhan Harus Didampingi Psikologisnya Setelah Satu Bulan Dirawat Kerana Cedera Otak Berat

- Rabu, 2 November 2022 | 21:38 WIB
Korban Tragedi Kanjuruhan Harus Didampingi Psikologisnya Setelah Satu Bulan Dirawat Kerana Cedera Otak Berat (Suara.com)
Korban Tragedi Kanjuruhan Harus Didampingi Psikologisnya Setelah Satu Bulan Dirawat Kerana Cedera Otak Berat (Suara.com)

AYOMALANG.COM - Korban dari tragedi di stadio Kanjuruhan, Kabupaten Malang kini harus mendapatkan pendampingan psikologis setelah sekitar satu bulan di rumah sakit.

Korban bernama Vicky Hermansyah (20), menjadi salah satu korban tragedi Kanjuruhan, mengalami cidera parah di otaknya.

Bobi Prabowo selaku Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Kanjuruhan mengatakan, korban masih harus didampingi dari sisi psikologisnya untuk pemulihan depresi pascatrauma.

"Masih perlu pendampingan dari sisi psikologis untuk tata laksana depresi pascatrauma," kata Bobi Prabowo dikutip Ayomalang.com dari suaramalang.id Rabu 2 November 2022.

Baca Juga: Korban Tragedi Kanjuruhan Rawat Inap Terakhir di Kepanjen Dipulangkan ke Sidoarjo Setelah Cedera Otak Sembuh

Bobi mengatakan bahwa Vicky setelah mengalami cedera otak berat yang diakibatkan hipoksia atau penurunan kadar oksigen emnajdikan sel-sel tubuh yang membuat jaringan tubuh tidak bisa berfungsi secara normal, Vicky harus menjalani perawatan medis.

Menurut dia, pemulihan kondisi otak pasien setelah mengalami hipoksia membutuhkan waktu.

"Untuk pemulihan, kira-kira untuk kasus seperti ini memang sulit diperkirakan. Bisa antara tiga hingga enam bulan untuk pemulihan secara sempurna," sambungnya.

Tidak hanya itu, selain pendampingan psikologis, korban ini juga memerlukan fisioterapi karena sebelumnya selama kurang lebih satu bulan harus menjalani perawatan di tempat tidur dan tidak bisa melakukan aktivitas lain.

Halaman:

Editor: Saiful Anwar

Sumber: Suaramalang.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X