Hukum Makmum Absen Mendengar Khutbah Bagi Masbuk Shalat Jumat, Begini Menurut Kiai Muhammad Hamdi

- Kamis, 1 Desember 2022 | 14:58 WIB
Ilustrasi k`hatib sholat Idul Adha disampaikan oleh Habib Husein Hamid Alatas, Lc. MA. yang mengangkat tema Allah SWT adalah tujuan dan dambaan orang-orang yang beriman, (Dok Humas MASK)
Ilustrasi k`hatib sholat Idul Adha disampaikan oleh Habib Husein Hamid Alatas, Lc. MA. yang mengangkat tema Allah SWT adalah tujuan dan dambaan orang-orang yang beriman, (Dok Humas MASK)

 

AYOMALANG.COM -- Pahala sholat Jumat dihitung sejak berangkat tanpa terlambat mendengarkan ceramah atau khutbah sebagai rangkaian dalam ibadah itu.

Lantas, bagaimana jika ada makmum sampai terlambat alias masbuk menyusul shalat Jumat dengan sesi khutbah sudah lewat.

Seperti ditanyakan Adrian (bukan nama sebenarnya), "Apakah sah shalat Jumat jika terlambat dan tidak dapat khutbahnya?"

Baca Juga: Sisi Lain Pelarangan Lesbian Gay Biseksual Transgender Queer di Piala Dunia Qatar 2022 dan Bangga Keislaman

Berikut ini jawaban Kiai Muhammad Hamdi sebagaimana dikutip dari kesan.id pada Kamis 1 Desember 2022. Di antara syarat sahnya pelaksanaan shalat Jumat adalah didahului oleh 2 khutbah.

Khutbah itu sendiri memiliki beberapa syarat, satu di antaranya adalah didengar oleh minimal 40 orang yang memenuhi syarat. Jika jumlah jamaah memenuhi syarat kurang dari 40 orang, sebab sebagian dari mereka belum hadir, maka menurut pendapat yang shahih, khutbahnya tidak sah.

Apabila khutbahnya tidak sah, maka shalat Jumatnya turut menjadi tidak sah, kecuali khutbahnya diulang dengan didengarkan oleh minimal 40 orang yang memenuhi syarat. Ada lima syarat orang yang dapat melaksanakan shalat Jumat.

Antara lain, laki-laki, mukallaf (orang yang dibebani syariat), merdeka, dan penduduk tempat yang dilaksanakan shalat Jumat, atau bertempat tinggal di balad (daerah) yang dilaksanakan shalat Jumat tersebut.

Halaman:

Editor: Suryo Eko Prasetyo

Sumber: kesan.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X