Sama Pentingnya Antara Belajar Adab dengan Belajar Ilmu, Berikut Kisahnya Nabi Muhammad SAW

- Selasa, 22 November 2022 | 12:57 WIB
Ilustrasi orang belajar adab disertai belajar ilmu agama (Freepik/Odua)
Ilustrasi orang belajar adab disertai belajar ilmu agama (Freepik/Odua)

AYOMALANG.COM -- Nabi Muhammad SAW merupakan orang yang mengumpulkan segala macam kecerdasan dalam dirinya.

Seperti kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan kecerdasan lainnya. Nabi Muhammad SAW bergelar fathanah, yang berarti cerdas dalam segala aspek.

Namun demikian, Allah memuliakan Nabi Muhammad SAW di dalam Al-Qur’an bukan dengan kecerdasannya. Melainkan dengan akhlak. Allah berfirman:

وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ

"Sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung." (QS Al-Qalam [68]: 4).

Baca Juga: Meraih Ridha Allah dalam Berbakti Kepada Orang Tua, Begini Menyikapi Jika Orang Tua yang Mempersekutukan Tuhan

Belajar akhlak terpuji dan menerapkannya disebut dengan belajar adab. Para cendekiawan dan ulama muslim seperti Imam Malik menganjurkan para penuntut ilmu untuk belajar adab sebelum ilmu.

Mengapa belajar adab dianggap sangat penting hingga harus didahulukan daripada ilmu? Kita bisa memetik hikmah dari Al-Qur’an, hadis, dan perkataan para ulama.


1. Berakhlak adalah wasiat Allah kepada manusia

Halaman:

Editor: Suryo Eko Prasetyo

Sumber: kesan.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X