Adab dan Dalil Memberi Ikhlas Tanpa Pamrih dan yang Menerima Berterima Kasih Menurut Kajian Islam

- Kamis, 17 November 2022 | 15:16 WIB
Ilustrasi berterimakasih kepada manusia dan Allah (Pixabay/Geralt)
Ilustrasi berterimakasih kepada manusia dan Allah (Pixabay/Geralt)

AYOMALANG.COM -- Sengaja maupun tidak, manusia di dunia akan mengalami hubungan sosial berpola “take and give”. Saat manusia memiliki kelebihan, mereka memberikannya kepada orang lain.

Sebaliknya, saat kekurangan, mereka menerima bantuan dan pemberian dari orang lain. Agama Islam mengajarkan bahwa ada sikap yang harus ditunjukkan pada setiap posisi.

Entah sebagai pemberi, penerima, guru, murid, orang tua, maupun sebagai anak. Bahasan pertama kali ini memberi tanpa pamrih. Keikhlasan adalah syarat diterimanya suatu amal, tak terkecuali dalam berinfak.

Keikhlasan infak, sedekah, maupun zakat seseorang ditunjukkan melalui tidak adanya rasa superior atau keinginan agar orang yang diberi mengucapkan terima kasih kepadanya.

Baca Juga: Kisah Imam Bukhari dan 100 Hadis Rekayasa, Hafalan Sang Imam yang Tidak Sembarangan

Al-Qur’an memperingatkan agar jangan sampai keikhlasan hilang dari hati, lalu keluarlah kata-kata yang menyakiti hati orang yang diberi.

Allah berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُبْطِلُوْا صَدَقٰتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْاَذٰىۙ

"Wahai orang-orang yang beriman, jangan membatalkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima)." (QS Al-Baqarah [2]: 264).

Halaman:

Editor: Suryo Eko Prasetyo

Sumber: kesan.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X