Ada atau Tidak Dalil Khusus yang Menyebutkan Umat Islam Menjalankan Ibadah pada Rabu Akhir Safar, Rebo Wekasan

- Selasa, 20 September 2022 | 14:43 WIB
Sejarah Rebo Wekasan dan Mitos Puasa Tolak Bala dalam Tradisi Jawa dan Ajaran Islam. (Canva/Nopan Saputra)
Sejarah Rebo Wekasan dan Mitos Puasa Tolak Bala dalam Tradisi Jawa dan Ajaran Islam. (Canva/Nopan Saputra)

 

AYOMALANG.COM -- Rabu terakhir bulan Safar atau yang sering disebut Rabu Wekasan atau Rebu Wekasan biasa dibarengi ritual khusus bagi sejumlah masyarakat Jawa.

Beberapa di antaranya mempercayai sebagai tradisi warisan dari Wali Songo dalam menjalankan dakwah. Rebo Wekasan tradisi turun temurun khususnya oleh masyarakat di Jawa, Sunda, hingga Madura.

Pada Safar 1444 Hijriah, Rebo Wekasan jatuh pada Rabu 21 September 2022. Pekan ke-3 September tahun Masehi ini merupakan Rabu terakhir bulan Safar tahun Hijriah.

Kemudian, apakah tradisi puasa pada Rabu akhir Safar ada tuntunan dalam ajaran Islam? Puasa Rebo Wekasan juga sering disebut puasa tolak bala.

Baca Juga: Rebo Wekasan Sebaiknya Bagaimana? Begini Kata Ahli Fiqih, Salah Satunya Ning Sheila Hasina Zamzami Lirboyo

Sehingga dilaksanakan untuk memohon perlindungan kepada Allah dari berbagai macam bencana dan marabahaya. Sebagian masyarakat percaya Rabu terakhir adalah hari sial sehingga harus diusir dengan cara berpuasa.

Tak hanya berpuasa, Rabu akhir Safar juga ada sejumlah kegiatan ibadah. Contohnya seperti sholat berjamaah, berdoa untuk keselamatan, bersedekah, dan bersilaturahim.

Sama halnya dengan bulan Hijriah lainnya, maka tanggal itu dihitung sejak matahari terbenam. Karena itu, Rabu akhir Safar sudah dimulai sejak Selasanya waktu Maghrib.

Halaman:

Editor: Suryo Eko Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X