Rebo Wekasan Pertemuan Sultan Agung dengan Nyai Roro Kidul? Begini Hukum Amalan Ibadah Rabu Terakhir Safar

- Selasa, 20 September 2022 | 10:01 WIB
Mitos Rebo Wekasan Pertemuan Sultan Agung dengan Nyai Roro Kidul pada Bulan Safar?  (Freepik)
Mitos Rebo Wekasan Pertemuan Sultan Agung dengan Nyai Roro Kidul pada Bulan Safar? (Freepik)

AYOMALANG.COM -- Rabu terakhir bulan Safar Hijriah atau sebagian Islam Kejawen menyebut sebagai Rebo Wekasan diklaim sebagai salah satu nama hari yang dipercayai oleh sebagian masyarakat sebagai hari diturunkannya bala, musibah, penyakit.

Hal ini merujuk pada kitab Kanzun Najah Was-Surur karya Abd Hamid Quds. Menjelaskan banyak para waliyullah yang mempunyai pengetahuan spiritual tinggi (kasyf) mengatakan, bahwa pada setiap tahun, Allah menurunkan 320.000 macam bala bencana ke bumi.

Dan semua itu pertama kali terjadi pada hari Rabu terakhir pada bulan Safar atau popular dengan Rebo Wekasan. Berkaitan dengan kepercayaan yang menjadi tradisi menghindari datangnya malapetaka Rabu akhir Safar, sebagian masyarakat pun melakukan ritual.

Seperti shalat tolak balak, berdoa dengan doa-doa khusus, minum air jimat dan bersedekah, silaturahim, berbuat baik kepada sesama dan sejenisnya.

Baca Juga: Amalan-amalan Bulan Safar dari Perbanyak Baca Al Quran sampai Ibadah Rabu Terakhir atau Rabu Wekasan

Ritual tersebut tentu saja tidak ada tuntunannya dalam agama Islam. Namun, nilai yang terkandung dalam sebagian ritual masih memiliki sisi keislaman.

Misalkan, shalat tolak balak dilakukan dengan niat shalat sunnah mutlak, bukan niat khusus shalat Rabu akhir Safar sebagaimana dikutip AyoMalang.com dari jatim.nu.or.id pada 20 September 2022.

Dalam salah satu hadits disebutkan:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم: قَالَ لَا عَدْوَى وَلَا صَفَرَ وَلَا هَامَةَ. رواه البخاري ومسلم

Halaman:

Editor: Suryo Eko Prasetyo

Sumber: jatim.nu.or.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X