Puasa Senin-Kamis, Cara Nabi Muhammad SAW Merayakan Hari Kelahiran

- Rabu, 14 September 2022 | 21:22 WIB
Puasa Senin-Kamis, cara Nabi Muhammad SAW merayakan Hari Kelahiran.
Puasa Senin-Kamis, cara Nabi Muhammad SAW merayakan Hari Kelahiran.

 

AYOMALANG.COM -- Puasa sunnah hari Kamis sebagai rangkaian puasa Senin-Kamis dianjurkan dikerjakan oleh umat Islam setiap pekan di luar puasa wajib selama sebulan Ramadhan.

Puasa Senin-Kamis merupakan puasa sunah yang paling populer. Setelah itu puasa Daud dikerjakan orang muslim yang meningkatkan ibadahnya lebih baik lagi dengan sehari makan dan sehari puasa.

Bagaimana dalil mengerjakan puasa sunah itu? Sebagaimana dikutip AyoMalang.com dari Tarjih.or.id menjelaskan dalil yang diberikan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhamamdiyah sebagai berikut.

Diterangkan dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أَكْثَرُ مَا يَصُومُ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسَ تُعْرَضُ الْأَعْمَالُ كُلَّ اثْنَيْنِ وَخَمِيسٍ فَأُحِبَّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

[رواه أحمد]

Artinya: Nabi SAW lebih sering berpuasa pada hari Senin dan Kamis. Amalan-amalan manusia diajukan kepada Allah setiap hari Senin dan Kamis, maka saya senang apabila amalan saya (pada hari tersebut) dan saya berpuasa pada hari tersebut. (HR Ahmad)

Dari hadis di atas dapat diketahui bahwa Muhammad SAW sering melakukan puasa hari Senin dan Kamis. Nabi SAW sering berpuasa pada dua hari tersebut karena amalan-amalan manusia diajukan kepada Allah pada dua hari tersebut.

Halaman:

Editor: Suryo Eko Prasetyo

Sumber: tarjih.or.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X