AYOMALANG.COM – Dalam video yang beredar di media sosial, tampak sebuah truk yang sedang mengangkut prajurit militer Rusia terhantam oleh serangan roket RPG-26 milik Ukraina.
Uniknya, truk tersebut bukannya meledak, namun truk buatan Stalinium malah melaju tanpa adanya efek yang signifikan pada truk Rusia tersebut.
Tentu saja cukup mengagetkan karena truk tersebut menghadapi tembakan dengan RPG-26 yang biasanya membuat kendaraan lapis baja dan truk pengangkut akan langsung hangus.
RPG-26 adalah senjata yang dibuat untuk menyerang tank kendaraan tempur infanteri, kendaraan pengangkut personil, tank lapis baja, sistem artileri, dan kendaraan lapis baja lainnya.
Roketnya memiliki hulu ledak high explosive anti tank dan dapat menembus road homogenous armor hingga 440 mm dan roketnya bisa menembus beton bertulang 1.000 mm, dinding batu bata atau tanah hingga 2.400 mm.
Kabarnya ledakan dari roket RPG-26 berkisar di angka radius 30 m, sehingga peluncur roket yang dihadapi truk Rusia ini bukan sembarang senjata.
Namun selanjutnya, warga sipil Ukraina mengunggah sebuah helikopter Ka-52 Aligator milik Rusia kembali ditembak jatuh dan menjadi rusak, sebagaimana AyoMalang mengutip pada Youtube Obrolan Panas pada 17 Maret 2022.
Baca Juga: EPIC COMEBACK! Serangan Kejutan Ukraina Ledakkan Helikopter Rusia di Bandara Internasional Carson
Helikopter dengan nomor 76 tersebut tampaknya berhasil ditembak jatuh oleh rudal panggul anti udara yang dimiliki oleh pasukan Ukraina saat ini.
Dengan strategi terbang rendah, helikopter Rusia memang sangat beresiko untuk terhantam rudal-rudal Javelin yang dipasok Barat ke Ukraina.
Belum ada informasi terkait berapa jumlah helikopter Rusia yang berhasil ditembak jatuh, namun pertempuran di berbagai medan di Ukraina kedepannya pasti akan intens dan berdarah-darah.
Artikel Terkait
BAHAYA! Rusia Mulai Gunakan Artileri Krasnopol yang Sangat Akurat dan Menakutkan, Inilah Kecanggihannya
Ukraina Rugi Besar, Pasukan Terjun Payung Rusia Rampas Rudal Ukraina Buatan Amerika dan NATO
NGERI! Tank Ukraina Gosong Akibat Drone Berpresisi Tinggi Rusia, Hingga Drone Orion yang Dikembangkan Rusia