'Janur Ireng' Bagian 14 Trah Pitu Lakon, Kisah Pembantaian Keluarga Kuncoro Dari Prekuel Cerita 'Sewu Dino'

- Selasa, 24 Mei 2022 | 14:41 WIB
Janur Ireng Bagian 14 Trah Pitu Lakon. (Twitter @SimpleM81378523)
Janur Ireng Bagian 14 Trah Pitu Lakon. (Twitter @SimpleM81378523)

AYOMALANG.COM -- Berikut ini kelanjutan kisah 'Janur Ireng' bagian 14 yaitu Trah Pitu Lakon, dimana tubuh Sri sedang bermandikan darah.

Semakin menegangkan dan membuat hati berdebar-debar menyambut kisah baru dari Janur Ireng yang disebut-sebut diambil dari kejadian kisah nyata.

Janur Ireng merupakan prekuel dari kisah cerita Sewu Dino tentang praktik santet yang dilakukan antara keluarga Atmojo dan Kuncoro.

Langsung saja kita simak Janur Ireng bagian 14 Trah Pitu Lakon berikut ini.

Baca Juga: 'Janur Ireng' Bagian 1, Kisah Pembantaian Keluarga Kuncoro yang Diceritakan Penulis KKN di Desa Penari

Baca Juga: 'Janur Ireng' Bagian 2 SANG ANGKARA, Kisah Pembantaian Keluarga Kuncoro Dari Prekuel Cerita 'Sewu Dino'

--Kisah Janur Ireng--

Hening . Kali ini, tak terdengar suara Sri yang sebelumnya meraung ini semua di akhiri, Sugik melihat itu dalam kondisi paling mengenaskan, tubuhnya bermandikan darah, dengan rambut acak-acakan yang menutupi sebagian dari wajahnya, Sri tampak putus asa, tak pernah Sugik duga sebelumnya semua ini akan menjadi lebih kacau dari apa yang Sugik bayangkan sebelumnya.

Sugik melihat Sri, ada keinginan untuk melepaskan perempuan itu dari jeratan yang menyiksa tubuhnya di tiang kayu di dalam aula utama keluarga Kuncoro, Sugik tahu bahwa apa yang dia lakukan ini adalah bagian dari perintah bila ingin mengakhiri segala tragedi busuk di dalam rojot yang pernah dia dengar dari mulut pemuda itu, setidaknya perasaan yang sudah lama menggumpal di dalam hatinya akan terbalaskan, pemuda itu berkata kepada Sugik, semua akan mendapat pembalasan setimpal dari apa yang sudah mereka tuai selama hidup, satu persatu kutukan akan datang menemui mereka.

Sugik mendekati Sri, ia melihat perempuan itu yang sudah dalam kondisi di ujung maut, nafasnya tersenggal, bola matanya sudah terlalu lemah untuk melihat Sugik, sebelum Sugik melangkah pergi dari tempat ini dan mengakhiri semua tragedi ini ia mengatakan kepada Sri untuk terakhir kalinya, sebuah pesan perpisahan "aku harus pergi Sri, aku benar-benar minta maaf sudah melibatkanmu sampai sejauh ini, tapi percayalah kelak kau akan mengerti bahwa ini adalah bagian yang harus aku mainkan".

Halaman:

Editor: Ach Zaini Khusyairi

Sumber: SimpleMan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Mudah Melogout Email di Handphone Android

Senin, 4 Juli 2022 | 15:34 WIB

Lirik Cover Lagu 'Maafkan Aku-Enda' Yeni Inka

Kamis, 30 Juni 2022 | 17:06 WIB
X